Seni Kriya Wastra 2009

Tanggal 15-19 April 2009 lalu, Himpunan Wastraprema dan PT Fortune Adwicipta mengadakan acara Seni Kriya Wastra 2009  di Balai Sidang Jakarta. Acara yang bertema Heritage Textiles to Support the Expression of Art to Wear ini berhasil meraup sejumlah pengunjung dengan serangkaian acara termasuk pameran tekstil karya mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dari jurusan Kriya Tekstil.

 

kriya1

Image Pshycedelic Dengan Ragam Hias Indonesia Pada Produk Fashion

Tugas Akhir dari Aldi Hendrawan

Teknik: tenun


kriya-21

Delilah (2006)

Karya Biranul Anas 

Material : serat sintetik, manik2, kayu, daun kering, bambu

Teknik : open weave tapestry,embroidery

 

kriya-3Borobudur

Karya : Zaini Rais

Material : benang akrilik

Teknik: rajut

 

kriya-4Pewarnaan Serat Luffa dengan Zat Warna Alam Rosella

Karya untuk mata pelajaran serat alam oleh Winnie N.A

Material : Luffa dan Rosella

Teknik : jahit

 

kriya-5

Purnama di Kintamani (2007)

Karya : Biranul Anas

Material: serat sintetik, kayu, prada, daun kering

Teknik: open weave tapestry, embroidery, collage

 

kriya-6Madame (2006)

Karya : Biranul Anas

Material: serat sintetik, manik-manik, daun kering

Teknik: tapestry, embroidery

 

Acara Kriya Wastra 2009 ini dipenuhi karya tekstil asli Indonesia. Meski nampak jelas bahwa tujuan utama acara ini adalah sebagai ajang promosi dan jual beli produk tekstil Indonesia, namun para pengunjung yang hanya berniat untuk memperkaya daya visual mengenai budaya Indonesia tidak akan pulang dengan kecewa, karena dengan biaya masuk Rp 10.000 ,00 mereka tetap dapat melihat keragaman kain khas Indonesia.

Selain pameran tekstil kreasi para mahasiswa ITB ini, di acara Seni Kriya Wastra 2009 juga dipamerkan beragam topi / penutup kepala khas dari seluruh daerah di Indonesia. Sangat disayangkan karya-karya ini tidak diperbolehkan untuk difoto, namun melihat keragaman penutup kepala ini harusnya mampu membuat para pengunjung menyadari betapa kaya, unik dan indahnya budaya dan seni yang dimiliki Indonesia, namun sayang kekayaan budaya ini sebagian besar terkubur oleh perkembangan jaman bangsa Indonesia saat ini.

Menurut beberapa sumber Ruang Nol, acara Seni Kriya Wastra 2009 ini berjalan dengan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, meski masih ada beberapa hal yang mungkin tetap harus diperbaiki, namun keseluruhan acara sangat menarik. Semoga acara serupa yang lebih ke arah pendidikan dapat terus dikembangkan agar generasi muda Indonesia dapat melihat keindahan batik tidak hanya dari segi “trend” dan ikut-ikutan saja, namun juga dari sudut pembelajaran budaya bangsa.

 

(oleh: Cynthia Erica)

~ by K on April 23, 2009.

3 Responses to “Seni Kriya Wastra 2009”

  1. aku tahu seniman karya yang batik-psychedelic art. namanya aldi’valchon’. di kasih nama atuh paakkk🙂

  2. eh, ada yah..punten, back ground nya item n huruf nyakecil2jadi gakkebaca..
    jadi malu..
    kabur ahh

  3. ada yang bisa memberik contact number or email dari designer designer diatas? yang kemungkinan berminat mengajar di salah satu sekolah design di jakarta?
    please send to dini_dee2001@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: