Hibridasi Unik di Dunia Design

Tidak pernah ada aturan tertulis bahwa seorang designer media tidak boleh berkarya di design fashion, atau designer produk dilarang membuat animasi, namun kerap kali para designer yang memiliki latar belakang formasi pendidikan tertentu segan “menyentuh” bidang design yang lainnya, padahal jika ditilik lebih lanjut, hibridasi antara 2 bidang kreatif tertentu dapat melahirkan karya-karya yang amat unik.

Kali ini Ruang Nol menemukan beberapa karya dari para arsitektur yang berani menerima “tantangan” untuk mengolah bidang lain selain arsitektur.

 

Alessi

arch11

Koleksi cangkir dan teko dari Alessi ini berjudul Tea and Coffee Piazza dan Tea and Coffee Towers. Untuk koleksi-koleksi ini, pemimpin perusahaan Alessi secara langsung mengumpulkan beberapa arsitek terkenal untuk berkolaborasi dengan rumah design Alessi dan menciptakan koleksi peralatan dapur. Karena kesuksesan koleksi pertama yang bertajuk Tea and Coffee Piazza (tahun 1979-1983), Alessi kemudian kembali mengadakan kolaborasi dengan para arsitek pada tahun awal tahun-tahun 2000 untuk koleksi Tea and Coffee Towers.

Dalam wawancara dengan beberapa arsitek yang ikut dalam kerjasama ini, salah seorang arsitek menyatakan ketakutannya pada awal kolaborasi.  Ia bahkan sempat menyatakan tidak sanggup kepada pemimpin Alessi yang waktu itu secara langsung mengajaknya bekerja sama. Namun setelah diyakinkan oleh pemimpin Alessi itu, ia pun merasa lebih yakin dan memutuskan untuk mencoba ikut dalam kolaborasi ini. Pada akhirnya sang arsitek ini menyatakan bahwa ia merasa beruntung bisa ikut dalam kolaborasi yang memperkaya formasi kreatif dan menambah daya kreasinya.

 

Zaha Hadid

arch2

Zaha Hadid adalah seorang arsitektur wanita yang berasal dari Iraq. Keunikkan dan kualitas karya-karya arsitekturnya tidak perlu diragukan lagi. Terlihat ciri khas konsep Hadid memiliki bentuk yang begitu liquid dan terasa “mengalir”. Ciri ini dapat juga kita rasakan pada design sepatu yang diciptakannya untuk sebuah merk sepatu plastik (jelly shoes) yang sedang trend saat ini, yakni Melissa yang sering berkolaborasi dengan tokoh-tokoh design, di antaranya Vivienne Westwood dan Karim Rashid. Sepatu rancangan Hadid yang kini telah banyak beredar di pasaran ini nampak seperti sebuah arsitektur unik. Ketika ukurannya diperbesar, sepatu ini benar-benar tampak seperti sebuah ruang dengan bentuk unik.

 

Gianfranco Ferrè

arch3

Semasa hidupnya, alm. Gianfranco Ferrè dinobatkan sebagai Bapak Arsitektur Mode (Architetto della Moda). Lahir di sebuah kota kecil di Italia dan kemudian memantapkan formasi pendidikannya di jurusan arsitektur Politecnico Milano. Siapa yang menyangka kemudian Ferrè malah mengambil fashion sebagai karier hidupnya. Karya-karya Ferrè selalu disebut-sebut sebagai karya “arsitektur pakaian”. Ciri khas karyanya adalah efek “ruang” layaknya sebuah bagunan. Dalam sebuah wawancaranya pun Ferrè mengakui bahwa tekniknya mengerjakan design baju lebih mirip proses pengerjaan arsitektur ketimbang proses design fashion. Bapak arsitektur fashion ini menyukai kegiatan travelling dan sempat menghabiskan waktu selama 3 tahun di India untuk memperkaya ilmu design pakaian dari segi teknis dan konsep, tidak heran selain berciri khas seperti arsitektur, karya-karyanya juga sangat dipengaruhi oleh berbagai budaya yang memperkaya Ferrè selama perjalanan hidupnya.

~ by K on April 15, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: