bisa! semua bisa didaur ulang!

Nampaknya tema “daur ulang”  tidak pernah pergi terlalu jauh dari Ruang Nol. Setelah di post-post sebelumnya kami banyak menampilkan berbagai karya daur ulang dari bidang desain produk, kali ini karya daur ulang datang dari bidang desain media dan fotografi. 

Pada dasarnya prinsip daur ulang sendiri bisa diterapkan di setiap ruang di dalam dunia design, bukan hanya terbatas pada mendaur material fisik. Karya-karya berikut ini bisa dianggap sebagai beberapa contoh kreasi yang berhasil mendaur ulang konsep dan mereka ulang karya-karya seni lukis klasik yang sangat terkenal, dan menyulapnya menjadi karya-karya fotografi modern dengan pemeran “nyata” di dalamnya.

lukisan1Fotografi: Scent Of Light oleh Jo Francis (untuk melihat foto ini dengan lebih jelas, silahkan berkunjung ke web Jo Francis)

Lukisan asli: L’ultima Cena (The Last Supper) oleh Leonardo da Vinci, lukisan asli via quantum yoga

Parodi dan karya daur ulang dari The Last Supper lainnya bisa Anda lihat di culture popped



lukisan41Karya foto-foto ini (di bagian kanan) diambil dari pamflet toko aksesoris Sattelite – Paris untuk koleksi Spring/Summer 2007 mereka.

Lukisan asli (bagian kiri) :

atas – Birth of Venus oleh Andrea Boticelli, via ucls

bawah – L’etoile [La danseuse sur la scene] oleh Degas, via 365pwords

 

lukisan52Foto (kanan) ini adalah hasil karya daur ulang konsep lukisan Gustav Klimt, karya lainnya yang juga bertema lukisan Gustav Klimt dapat Anda lihat di Behance Network

Lukisan asli (kiri):  Adele Bloch-Bauer I (1907) oleh Gustav Klimt via e-culture

~ by K on April 2, 2009.

5 Responses to “bisa! semua bisa didaur ulang!”

  1. bisaan aja yah idee nya.. bisa gitu kepikiran kayak ginian..

  2. i really adore your blog..oyah, i post it again at my blog and surely, i put your link also.
    keep up the hard work and keep up recycling!hehe

  3. Terima kasih kardina annur atas repost di blog anda.

  4. great stiap konseptor saat ini slalu membuat sesuatu dari cita rasa klasik tuk dijadikan konsep yang lebih sempurna kesimpulannya kita adalah penyempurna konsep klasik.tp kapan nya tjd penemu konsep yg bener2 fresh

  5. apapun namanya, bagaimanapun prosesnya, karya tetap karya yg berangkat dari sebuah idea dan perlu diapresiasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: