Hope&Fear

•December 1, 2009 • Leave a Comment

Phillip Toledano, fotografer kelahiran London dan kini berbasis di New York  yang sempat menjadi pembicaraan di kalangan pecinta fotografi atas karyanya dengan tema “Ayah”  yang amat menyentuh dengan judul Days With My Father kembali dengan karya terbarunya Hope & Fear. Sama seperti karya-karya sebelumnya yang selalu mencoba menyampaikan cerita, karyanya kali ini juga menyajikan sebuah cerita dengan tema yang cukup mendalam. Hope & Fear mencoba menyampaikan gambaran obsesi terdalam dan paranoia yang banyak terjadi di Amerika.

 

Karya Toledano Hope&Fear selebihnya dapat Anda nikmati di: Hope&Fear

Fresh ‘n Brite 09

•November 27, 2009 • Leave a Comment

Beberapa waktu lalu, jurusan design grafis Universitas Bina Nusantara menampilkan karya dari 12 siswa yang meraih nilai tertinggi di ujian akhir mereka dengan tajuk Fresh ‘n Brite 09. Dalam acara yang dilangsungkan di atrium FX ini ditampilkan juga dokumentasi dari karya-karya terbaik para siswa lainnya. Untuk melihat karya-karya yang dipamerkan di Fresh ‘n Brite 09 ini, silahkan klik di FnB09 .

*dokumentasi foto oleh Gillian Scavo

Lampu Burung Zhili Liu

•November 22, 2009 • Leave a Comment

Lampu-lampu dari bahan sederhana karya Zhili Liu ini ternyata memiliki konsep tidak biasa di belakangnya. Serial lampu ini rupanya menggambarkan kawanan burung yan bertengger dan burung dalam sangkar.

Menggunakan bohlam lampu bakelite yang umum digunakan di Cina serta bone china, lampu-lampu biasa ini memberikan sedikit cerita lebih dari sekedar penerangan dengan bohlam biasa.

 

Via Dezeen

Earbudeez

•November 9, 2009 • Leave a Comment

earphone

 

Audiovox meluncurkan produk mereka yang bertajuk Earbudeez dengan konsep packaging yang amat menarik. Packaging Earbudeez ini dibuat untuk menuntun para pembeli kepada pilihan yang sesuai dengan karakter gaya masing-masing. Mulai dari gaya feminim hingga emo, semua tersedia bagi berbagai kalangan.

 

via packaging of the world

Haris Purnomo

•November 5, 2009 • Leave a Comment

Haris Purnomo, lulusan Sekolah Tinggi Seni Rupa Jogjakarta ini berhasil menembus dunia internasional dengan karya terakhirnya yang berupa bayi-bayi berukuran asli dalam balutan kain yang terbuat dari resin, tergantung bebas di tempat pameran, CoCA Ballard dan CoCA Belltown, Seattle.

bayi

Jika dilihat lebih dekat, di permukaan replika bayi-bayi ini terdapat berbagai macam tanda, bak luka yang sengaja ditorehkan di atas kulit wajah bayi-bayi mungil yang sedang tertidur pulas dengan damai ini. Namun ternyata tanda-tanda ini dimaksudkan sang seniman sebagai tato dengan berbagai makna di baliknya. Untuk mengetahui lebih lengkap, silahkan kunjungi Coca Seattle

via The Design Llama